Tekniksipilaziz.com

Newsletter

Kamus Istilah Bidang Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Di Indonesia

Kamus Istilah Bidang Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Di Indonesia

Bidang pekerjaan umum juga mencakup proyek-proyek yang berhubungan dengan sumber daya air, seperti pembangunan bendungan, irigasi, dan pengolahan air. Berikut ini adalah beberapa istilah yang umum digunakan dalam bidang pekerjaan umum sumber daya air:

  1. Embung: Waduk kecil yang dibangun di hulu sungai sebagai tempat penampungan air hujan atau air sungai. Embung ini dapat digunakan untuk mengairi sawah, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan sebagai sumber air untuk ternak.
  2. Irigasi: Sistem pengairan untuk memasok air ke lahan pertanian secara teratur. Sistem ini biasanya terdiri dari saluran-saluran air yang mengalir dari sumber air ke lahan pertanian.
  3. Drainase: Sistem pengaliran air yang dirancang untuk mengurangi risiko banjir dan mempercepat aliran air. Sistem ini meliputi saluran air, selokan, dan saluran pembuangan.
  4. Pengolahan Air: Proses menghilangkan kotoran dan zat-zat berbahaya dari air sehingga dapat digunakan untuk konsumsi manusia dan industri.
  5. Saluran Air: Saluran yang dirancang untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti sungai atau laut.
  6. Turbin: Mesin yang digunakan untuk mengubah energi air menjadi energi listrik.
  7. Pompa Air: Mesin yang digunakan untuk memompa air dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari sumur atau sumbat ke reservoir atau tangki air.
  8. Erosi: Proses alami atau buatan manusia yang mengikis tanah atau batuan dan memindahkan partikel-partikelnya ke tempat lain.
  9. Kapasitas Tampung: Kemampuan waduk atau tempat penampungan lainnya untuk menampung air.
  10. Bendungan: Konstruksi bangunan yang dibangun di atas sungai atau sungai kecil untuk menahan air dan mengatur aliran sungai.
  11. Waduk: Tempat penampungan air yang biasanya dibangun di lembah dan digunakan untuk mengatur pasokan air dan menghasilkan energi listrik.
  12. Rawa: Daerah yang memiliki genangan air dan tanah yang tergenang air selama sebagian besar tahun.
  13. Ekskavasi: Proses penggalian tanah atau batuan untuk membentuk kanal, kolam, dan bangunan lainnya.
  14. Intake: Sistem yang digunakan untuk mengambil air dari sumber air, seperti sungai, dan memasukkannya ke dalam sistem perpipaan atau sistem pengairan.
  15. Salinitas: Tingkat garam yang terkandung dalam air. Air dengan salinitas yang tinggi sulit digunakan untuk keperluan konsumsi manusia dan pertanian.
  16. Reservoir: Tempat penampungan air buatan yang biasanya dibangun di dataran tinggi untuk menyimpan air dan memasok pasokan air ke daerah-daerah yang membutuhkan.
  17. Konservasi air: Upaya untuk mengurangi penggunaan air melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan penggunaan teknologi yang hemat air.
  18. Pengukuran debit air: Pengukuran jumlah air yang mengalir dalam sungai, saluran air, atau kanal.
  19. Pelimpahan: Proses air yang berlebih dari sebuah waduk atau bendungan yang dialirkan melalui saluran air atau pipa untuk digunakan pada lahan pertanian atau kebutuhan domestik.
  20. Hidrologi: Ilmu yang mempelajari sumber daya air, seperti pergerakan air di permukaan tanah, sungai, dan waduk.
  21. Pelabuhan: Tempat di mana kapal-kapal bersandar untuk muatan atau bongkar muatan.
  22. Geologi: Ilmu yang mempelajari bumi, termasuk struktur, komposisi, dan sifat-sifat bumi.
  23. Taman air: Sistem pengelolaan air yang digunakan untuk tujuan rekreasi, termasuk kolam renang, seluncuran air, dan area bermain air.
  24. Pengairan: Pengaturan penggunaan air secara terencana untuk memenuhi kebutuhan pertanian atau kebutuhan masyarakat.
  25. Sistem perpipaan: Sistem pengaliran air yang menggunakan pipa sebagai media pengaliran.
  26. Bangunan pelimpah: Bangunan yang berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air pada saat waduk atau bendungan penuh.
  27. Jaringan distribusi air: Sistem perpipaan yang terdiri dari pipa-pipa dan valve untuk mengalirkan air ke berbagai tujuan.
  28. Pengolahan air limbah: Proses pengolahan limbah atau kotoran yang tercampur dengan air, sehingga air tersebut dapat digunakan kembali.

Dalam industri sumber daya air, istilah-istilah tersebut sangat penting untuk dipahami karena mereka membantu para ahli dan pekerja di lapangan dalam memahami bagaimana mengelola dan memanfaatkan sumber daya air yang ada dengan lebih baik. Mengetahui istilah-istilah tersebut dapat membantu dalam menghindari kesalahan yang dapat merusak struktur atau bahkan mengancam keselamatan.

Dalam kesimpulannya, kamus istilah bidang pekerjaan umum sumber daya air sangatlah penting bagi para ahli dan pekerja yang ada di lapangan untuk memahami istilah-istilah teknis yang digunakan dalam bidang ini. Dengan menguasai istilah-istilah tersebut, diharapkan artikel ini dapat membantu para praktisi yang ada dilapangan untuk memahamii istilah yang ada digunkanakan pada bidang ini khusosan bangsa kita Indonesia.

Please follow and like us:

Share for More Helpful

Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn
Email
Aziz Bakhtiar

Aziz Bakhtiar

Saya Seorang Struktur Engineer dengan pengalaman 3 tahun pada Project BUMN maupun Swasta. Mendalami Desain Penganggaran Biaya dan Perencanaan Bangunan Profesional di industri konstruksi, berorientasi pada efisiensi dan implementasi biaya, analisis risiko, dan detail pekerjaan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *