RKS Pelaksanaan Struktur Atas Jembatan Flyover BALANCED CANTILEVER Method

Nah mungkin kalian para engineer dan mahasiswa yang pingin mengetahui atau ingin belajar bagaimana caranya melaksanakan pembangunan Struktur Fly Over. nah pada artikel ini kita akan mengupas tuntas mengenai Metode Pembangunan. Yuk disimak sampai selesai yaa.

Metode konstruksi balanced cantilever adalah sebuah metode pembangunan jembatan dimana dengan memanfaatkan efek kantilever seimbangnya maka struktur dapat berdiri sendiri, mendukung berat sendirinya tanpa bantuan sokongan lain (perancah/falsework ). Metode ini dilakukan dari atas struktur sehingga tidak diperlukan sokongan di bawahnya yang mungkin dapat mengganggu aktivitas di bawah jembatan.

Metode balanced cantilever ini dapat dilakukan secara cor setempat (cast in situ) atau secara segmen pracetak (precast segmental). Konsep utamanya adalah struktur jembatan dibangun dengan pertama kali membangun struktur-struktur kantilever seimbang.

Tahapan-tahapan Pekerjaan Erection Precast Balanced Cantilever

a) Tahapan Pekerjaan Fabrikasi

  1. Pemasangan tulangan memanjang dan melintang girder.
  2. Menentukan kordinat tendon prestress sesuai gambar kerja. Ordinat diukur dari bottom rebar girder ke as tendon (Y1) atau bagian bawah tendon (Y2). Titik ordinat tersebut ditandai (marking) dengan menggunakan cat , spidol atau sejenisnya. 
Gambar Penentuan koordinat titik duct tendon
  1. Memasang Support bar dengan cara mengikat support bar ke tulangan geser/sengkang berdasarkan posisi yang telah di marking.
  2. Menyambung duct sesuai dengan Tipe dan panjang tendon yang direncanakan dengan menggunakan coupler duct dan masking tape / clotch tape
  3. Memasukkan duct kedalam tulangan balok, kemudian duct diikat ke suport bar dengan menggunakan kawat ikat.
  4. Memasukkan duct kedalam tulangan girder, kemudian duct diikat ke support bar dengan menggunakan kawat ikat.
Gambar  Instalasi duct
  1. Memasang Casting pada posisi angkur hidup, sebelumnya casting dipasang terlebih dahulu pada box casting yang terbuat dari multiplek.
  2. Memasang bursting steel pada posisi angkur hidup dan angkur mati. Bursting steel merupakan tambahan penulangan yang berfungsi sebagai penahan gaya radial untuk mencegah terjadinya retak / pecah pada saat stressing.
  3. Menyambung duct ke casting dengan menggunakan masking tape/ clotch tape. Masking tape berfungsi untuk mencegah masuknya air semen kedalam duct.
  4. Memasang PE grout untuk lubang inlet/outlet saat grouting. 
  5. Inspeksi bersama kontraktor dan konsultan untuk memeriksa ordinat tendon prestress dan kelengkapan aksesorisnya.
Gambar  Girder siap untuk dicor
  1. Pemasangan formwork girder
  2. Pengecoran.
Gambar  Girder yang telah dicor dan akan dipindahkan
  1. Balok girder yang telah cukup umur kemudian dibawa menuju lokasi penggunaan girder yaitu dilokasi proyek. Girder dipindahkan dengan menggunakan truk container dan setibanya dilokasi proyek girder tersebut diturunkan dengan menggunakan gentri angkat.
Gambar Penurunan PCU girder dari truk container

b) Pemasangan Portal Hoise

  1. Memasang kaki portal diaspal atau ditanah dengan diberi alas pondasi dengan tinggi serta lebar portal disesuaikan dengan ukuran jembatan layang
  2. Mesin gantry pengangkat memakai roda trolly dipasang diatas portal untuk pengangkatan dan penggeseran girder
  3. Pemasangan portal dilakukan oleh subkon pembuat portal hoise, hingga siap difungsikan.
  4. Portal hoise crane bisa bergerak ke arah memanjang dan arah melintang jalan.
  5. Jarak Hoise crane terhadap pilar menyesuaikan titik angkat girder. Posisi portal masing-masing berada diatas titik angkat girder.

c) Erection Girder Menggunakan Granty Crane

  1. Sling angkat mesin gantry crane dikaitkan ke titik angkat girder
  2. Mesin gantry crane dengan tenaga motor elektrik mengangkat girder keatas pier sampai posisi girder sejajar dengan tinggi pier
  3. Pengangkatan girder dilakukan pelan-pelan, dilihat ketepatan posisinya.
  4. Pengangkatan ujung-ujung girder secara bersamaan.
  1. Sling angkat mesin gantry crane dikaitkan ke titik angkat girder
  2. Mesin gantry crane dengan tenaga motor elektrik mengangkat girder keatas pier sampai posisi girder sejajar dengan tinggi pier
  3. Pengangkatan girder dilakukan pelan-pelan, dilihat ketepatan posisinya.
  4. Pengangkatan ujung-ujung girder secara bersamaan.
Gambar Proses penggeseran balok PC U girder ketempatnya

d) Finishing dengan memasang brussing pengaman girder

  1. Mengontrol ulang untuk memastikan letak serta posisi girder terpasang dengan sempurna
  2. Jika dirasa pemasangan girder sudah benar-benar sempurna maka dapat dipasang pengaman brussing dengan menggunakan besi beton dilas antara back wall dengan shear konektor.

Please follow and like us:

You may also like...

1 Response

  1. jelly says:

    That іs a very ցood tip particuⅼarly tօ those fresh to thе
    blogοsphere. Brief but very accurate info… Thanks for sharing this one.
    A must read post!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *